Kamis, 09 Februari 2012

Manusia

Manusia yang fana hidup dalama kesendirian menyadari akan pentingnya sebuah kebersamaan
namun kebersamaan tanpa keadilan mengurangi inti kehidupan untuk saling berbagi
keadilan tanpa mengetahui sumber keadilan hanyalah kemunafikan
hanya yang maha kuasa yg mengerti
kita dan semuax adalah bagia dari keadilan Tuhan
karena Tuhan membuat semuanya itu baik adanya
 
Manusia bisa meragukan suatu imajinasi yg belum tentu ada
tapi paling tidak dirinya merupakan imajinasi yg nyata
karena manusia tidak tahu dari mana ia bersal
ketika menyadarinya barulah manusia tahu itu Luar biasa

Manusia berfikir tentang Tuhan melalui imajinasinya
tapi manusia yg mengerti akan keistimewaanx (rasio dan hati nurani bukan produk evolusi)
maka manusia tahu bahwa dia hanyalah hasil dari keberadaan Tuhan yg wajib disembah dan diikuti

tidak semuanya imajinasi tidak logis
jika berpikir tentang segala pengetahuan di dunia maka semuanya hanyalah imajinasi yg logis
mengetahui realita bermula dari imajinasi,

tidak ada manusia yang bisa mengubah relita tapi biarlah imajinasi menjadi kenyataan agar dapat mengetahui realita
karena tidak ada yg tidak ada sama sekali dalam imajinasi

bukankah imajinasi dapat membuat bumi yang kotak menjadi bulat,
dimana imajinasi selalu memandang kedepan bukan keblakang maka realita pun dapat dibentuk...
hanya saja realita selalu berubah ubah
yang ada hari ini belum tentu ada di kemudian waktu atau pun yg tidak ada dulu namun ada sekarang...
maka dari itu imajinasi tidak dapat menyelami keabadian karena terbatas ruang dan waktu

dimana ada keabadian disitulah manusia tidak perlu lagi berimajinasi
sebab realita tertinggi adalah keabadian

pada suatu saat semuanya akan menuju pada keabadian yg tidak bisa dinalar kapanx
namun biarlah keabadian menemukan kita pada saat yg tepat dimana dunia tidak membuntuhkn kita lagi
dan kita telah sepenuhnya adil untuk dunia ini...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar