Minggu, 04 Maret 2012

Usaha Pabrik Tahu

PROSES PEMBUATAN TAHU (200 kg)
1. Penyortiran kedele (> kotoran kedele, 2kg)
2. Perendaman (> Air Limbah, 590 liter)
3. Pencucian (> air limbah, 700 liter)
4. Penggilingan
5. Perebusan (> emisi gas buang)
6.Penyaringan (> ampas tahu, 500 kg)
7.Penggumpalan (> air limbah)
8.Pencetakan tahu (> air limbah)
9.Pengepresan (> air limbah, 750 liter)
10.Pemotongan tahu > TAHU 

REKOMENDASI PENERAPAN PRODUKSI BERSIH PADA PROSES PEMBUATAN TAHU
1.Penyimpanan dan Penanganan Bahan
2.Efisiensi Air
3.Efisiensi Energi
4.Peralatan
5.Proses Penggumpalan
6.Sanitasi dan Lay Out

PENYIMPANAN DAN PENANGAN BAHAN
1.Kedele lama dipakai dahulu/digiling dahulu
2.Tidak menimbun kedele terlalu banyak, diusahakan untuk 5-6 hari produksi

EFISIENSI AIR
1.Menutup kran air
2.Tidak mengisi bak terlalu penuh
3.Air bekas cucian dipakai lagi untuk perendaman kedele
4.Untuk produksi 200 kg, semula penggunaan air 5.285 liter setelah menerapkan produksi bersih turun menjadi 3.724 liter

EFISIENSI ENERGI
1.Penggunaan serbuk gergaji,kawul , dll untuk bahan bakar
2.Melapisi steam dengan isolator
3.Air ketel harus terkontrol, jangan habis

PERALATAN PEMBUATAN TAHU
1.Bak perebusan dan bak penampung sari kedele sebaiknya menggunakan stainless steel
2.Gilingan kedele juga dari stainless steel
3.Alat kontrol tekanan pada ketel dalam keadaan baik 

PROSES PENGGUMPALAN
1.Gunakan kerta pH dalam penggumpalan tahu
2.Protein menggumpal pada pH 4-5
3.Penggumpalan dengan pH yang tepat akan menghasilkan tahu yang banyak

SANITASI DAN LAY OUT
1.Bangunan dan peralatan didesain mudah dipelihara, selalu bersih dan siap dipakai
2.Ruang pengolahan selalu dibersihkan
3.Ruang di luar pengolahan selalu dibersihkan
4.Lalat, tikus, kecoak dan serangga lainnya diusahakan tidak masuk ruang produksi
5.Pembersihan dilakukan berkala
6.Pekerja disiplin menjaga kebersihan diri, memakai pakaian kerja, mencuci peralatan, lantai
7.Kesehatan dan kebersihan pekerja sangat penting dalam menjaga kualitas tahu
PENGOLAHAN AIR LIMBAH PABRIK TAHU
1.Penyaringan air limbah dengan saringan kasar
2.Bak kontrol (pengendapan)
3.Bak ekualisasi/penampungan sementara
4.Proses anaerob (UASB, ABMFT, dll.)
5.Proses aerob
6.Bak pengendap/bak kontrol
7.Pembuangan air limbah terolah ke lingkungan



Metodologi

1.    BAHAN
1.    Kedelai 5 kg
2.    Air secukupnya
3.    Batu tahu 1 gram


2.     ALAT
1.    Ember besar
2.    Tampah (nyiru)
3.    Kain Saring atau kain blancu
4.    Kain pengaduk
5.    Cetakan
6.    Keranjang
7.    Rak bambu
8.    Tungku atau kompor
9.    Alat penghancur (alu)
3.    CARA PEMBUATAN
1.    Pilih kedelai yang bersih, kemudian dicuci;
2.    Rendam dalam air bersih selama 8 jam (paling sedikit 3 liter air untuk 1 kg kedelai). Kedelai akan mengembang jika direndam;
3.    Cuci berkali-kali kedelai yang telah direndam. Apabila kurang bersih maka tahu yang dihasilkan akan cepat menjadi asam;
4.    Tumbuk kedelai dan tambahkan air hangat sedikit demi sedikit hingga berbentuk bubur;
5.    Masak bubur tersebut, jangan sampai mengental pada suhu 70 0 ~ 80 0 C (ditandai dengan adanya gelembung-gelembung kecil);
6.    Saring bubur kedelai dan endapkan airnya dengan menggunakan batu tahu (Kalsium Sulfat = CaSO4) sebanyak 1 gram atau 3 ml asam cuka untuk 1 liter sari kedelai, sedikit demi sedikit sambil diadauk perlahan-lahan.
7.    Cetak dan pres endapan tersebut.
Catatan:
1.    Hasil pemasakan ini sangat dipengaruhi oleh suhu. Tujuan pemanasan tersebut adalah untuk:
a.     Menghilangkan bau kedelai.
b.    Agar proses penyaringannya dapat berjalan lebih baik.
2.    Perlu diingat, bahwa pemanasan juga berpengaruh terhadap kandungan proteinnya. Pengaruh panas dapat menyebabkan kerusakan protein, sehingga harus dilakukan dengan hati-hati.
3.    Penggilingan dengan ari dingin menyebabkan bau khas kedelai tidak hilang, shingga tahu kurang disukai.
 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar